Sudjatmiko Ingatkan Masyarakat Untuk Menghadapi Iklim Ekstrim

DEPOK-lensa publik.com,-

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) H. Sudjatmiko berharap masyarakat memahami iklim dengan baik di Kota Depok. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino berpeluang kuat terjadi dan diperkirakan akan terus bertahan hingga awal tahun 2027.
“Kita sebagai Wakil Rakyat ingin memberikan info terkait iklim dengan pendidikan melalui Sekolah Lapang Iklim agar masyarakat memahami dan mengantisipasi terjadinya iklim di Depok,”ujarnya seusai membuka acara
Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Provinsi Jawa Barat “Urban Climate, Urban Future Memahami Iklim Perkotaan Untuk Menjaga Masa Depan, Stasiun Klimatologi Jawa Barat,”Kantor Kelurahan Pancoran Mas.

Sudjatmiko mengungkapkan Kota Depok ini telah mengalami perubahan yang tadinya perkotaan pertanian, perkebunan menjadi rumah tinggal dan pendidikan. Menurutnya, ada sektor lain dalam iklim untuk pertanian dan perkebunan.
“Kita berharap memahami iklim dengan baik sehingga masyarakat tahu kapan dan menghadapi iklim yang ekstrem,. Kita mengapresiasi SLI ini semoga dengan ilmu yang didapat bisa dimanfaatkan atau ditularkan pada masyarakat,”katanya.

Dirinya berharap agar tiap tahun bisa mengadakan acara SLi di Kota Depok keliling di 11 Kecamatan. Pasalnya, sebagaimana dijelaskan BMKG apa saja yang haru dilakukan dalam menyiasati perubahan iklim secara global. Terlebih lagi, lanjutnya, sebagai masyarakat dengan beragam profesi seperti guru, ASN, ibu rumah tangga dan lainnya bisa memahami iklim dengan baik.
“Akhir-akhir ini cuaca panas sekali, bayangkan kalau malam itu susah tidur karena cuaca panas dan harus pakai AC. Begitu juga, dengan siang hari cuacanya panas dan terik sekali,”jelasnya.

Mitigasi Iklim

Koordinator Bidang Iklim Terapan BMKG Siswanto mengungkapkan dengan prediksi Elnino tersebut berdampak Indonesia secara langsung. Diantaranya,
Musim kemarau lebih lama, lebih kering, fenomena kualitas udara memburuk itu terjadi sampai akhir tahun.
“Kota Depok sebagai Kota satelit bagi Jakarta juga tidak luput dari urbanisasi yang akan merubah iklim perkotaan. 11 Kecamatan yang berubah dari kawasan pertanian berubah menjadi properti yang mempengaruhi perubahan statistik iklim,”katanya.

Dirinya mengungkapkan, dengan adanya perubahan iklim tersebut ada tiga hal penanda diantaranya: suhu di Kota Depok semakin meningkat. Ia menambahkan, suhu ini terjadi mulai siang dan malam. Kedua, kalau hujan di perkotaan terjadi lebih singkat dan deras. Sementara, di permukaan lingkungan, ketika air tidak mudah terserap akan menjadi genangan. Ketiga, perubahan di perkotaan juga ningkatkan polusi udara.
“Ke depan, ketika iklim meningkat tergantung bagaimana kita mitigasinya maka iklim akan bisa lebih ramah. Sinergi BMKG dengan Pemkot Depok menjadikannya tangguh apa pun yang terjadi masyarakat Depok sudah siap menghadapinya,”terangnya.

SLI Diadakan Tiap Tahun
Kepala Stasiun Klimatologi Jabar Prasetya mengungkapkan bahwa tahun lalu pihaknya telah mengadakan acara serupa di Cipayung.
“Tahun ini, sebanyak 50 peserta dari unsur perwakilan Karang Taruna, Milenial, perwakilan masyarakat dan lainnya. Semoga tahun depan bisa dilanjutkan kembali kegiatan ini,”jelasnya.

Camat Panmas Mustakim mengaku bangga dengan adanya kegiatan yang bermanfaat tersebut. Menurutnya, di Depok sendiri juga masih ada wilayah yang potensial dalam pertanian seperti Kecamatan Cipayung dan Sawangan.
“Terimakasih Pak Sudjatmiko dan BMKG yang telah hadir serta menyelenggarakan acara ini. Semoga memberikan manfaat bagi peserta dan masyarakat Depok pada umumnya,”harapnya.

Dalam kesempatan tersebut nampak hadir, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar BMKG Ana Oktavia, Lurah Pancoran Mas Firman, Ketua Sudjatmiko Centre Zamroni, Utari, Aden, perwakilan dari Polsek Pancoran Mas, perwakilan dari Danramil dan tokoh masyarakat.

Redaksi lensa publik a2n